Showing posts with label INTERNET. Show all posts
Showing posts with label INTERNET. Show all posts

7 Negara Dengan Internet Tercepat di Dunia

7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia - Negara mana saja yang memiliki koneksi internet tercepat di dunia? Penelitian dari Akamai ini mungkin bisa menjadi gambaran. Akamai adalah sebuah perusahaan yang mengoleksi data mengenai penggunaan internet secara global. Melalui laporan "State of The Internet", Akamai mendaftar negara mana saja yang memiliki koneksi internet tercepat. Berikut daftar 7 negara dengan koneksi paling ngebut di dunia, seperti dikutip dari Huffington.


Swiss
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
Negara di Eropa yang terkenal dengan produk arlojinya ini menurut Akamai memiliki kecepatan koneksi rata-rata 7,3 Mbps. Cukup cepat untuk menunjang aktivitas online. Sedangkan jumlah pengguna internet di kisaran 5,8 juta.


Republik Ceko
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
Republik Ceko memiliki kecepatan koneksi internet rata-rata 7,4 Mbps. Republik Ceko memang cukup maju soal konektivitas di mana negara ini memiliki pelanggan Wi Fi terbanyak di Uni Eropa.


Latvia
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
Penduduk di negara kecil Eropa ini boleh merasa puas dengan kecepatan internet yang tersedia di negaranya. Menurut Akamai, koneksi di sana rata-rata mencapai 8,2 Mbps.


Belanda
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
Sebagai salah satu negara maju, tidak heran jika koneksi internet di Negeri Kincir Angin ini cukup mumpuni. Yaitu berada di kisaran 8,5 Mbps. Sebanyak 92% populasi Belanda memiliki koneksi internet di rumahnya.


Jepang
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
 Dengan kecepatan koneksi 8,9 Mbps, penduduk di Negeri Sakura bisa berselancar di dunia maya dengan nyaman. Tak mengherankan memang karena Jepang dikenal sebagai salah satu pusat teknologi di dunia.


Hong Kong
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
 Hong Kong tercatat memiliki kecepatan koneksi rata-rata 10,3 Mbps. Wilayah China yang dulunya bekas jajahan Inggris ini sekarang punya sekitar 4,9 juta pengguna internet.


Korea Selatan
7 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
 Sebagai negara dengan koneksi internet tercepat di dunia, Korea Selatan boleh bangga. Cukup mengagumkan memang karena kecepatan internet di sana berada di kisaran 13,8 Mbps.

Era Password Teks Segera Temui Ajal



London – Password teks hingga kini masih banyak digunakan orang. Password jenis ini segera menjadi sejarah kuno yang akan digantikan dengan metode baru. Apa itu?
Pemindaian biometrik sebagi alat keamanan untuk keamanan online dan privasi akan segera menggantikan password teks. Menurut raksasa teknologi IBM seperti dikutip Zdnet, dalam lima tahun mendatang, teknologi ini akan mulai melindungi eksistensi digital Anda.

Perusahaan ini mengatakan, akan tiba saatnya pengguna tak perlu lagi mengingat ID dan password mereka untuk email, media sosial atau akun lain. Teknologi ini akan memperluas aspek keamanan serta kemudahan dalam penggunaan.

Di tahun ini, file suara, pindai mata serta DNA sudah digunakan untuk melindungi informasi pribadi. Ini akan menjadi teknologi menarik di pasar teknologi masa depan.

Menarik bukan? [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1814501/era-password-teks-segera-temui-ajal

Penggunaan Internet Berlebih Mampu Rusak Otak





California - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, ternyata penggunaan internet yang berlebih mampu rusak otak.
Seperti yang dikutip dari Mashable, penelitian terbaru yang dilakukan di China, menunjukkan bahwa terlalu banyak penggunaan internet mampu menyebabkan kerusakan struktural pada otak.

Para peneliti mempelajari 17 orang remaja dengan gejala Internet Addiction Disorder (IAD) dan menemukan kerusakan struktural dan fungsi pada bagian otak yang berfungsi untuk mengorganisir tindakan. Sebuah dampak yang hampir sama ketika seseorang sedang mendapat kecanduan alkohol.

Para peneliti mengunakan alat scan MRI dan menggunakan metode yang disebut sebagai fractional anisotropy (FA), yang mengukur organisasi dalam otak. Para responden yang didiagnosa menderita IAD menunjukkan tingkat FA yang lebih rendah, ketimbang remaja umumnya.

"Secara keseluruhan, penelitian kami ini mengindikasikan bahwa kecanduan internet sebabkan ketidaknormalan pada otak, yang mampu sebabkan kejanggalan pada aktivitas otak," tulis penelitian tersebut. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1818792/penggunaan-internet-berlebih-mampu-rusak-otak

Dampak Buruk Radiasi Sinyal WiFi



Penelitian terhadap dampak radiasi sinyal nirkabel pada manusia umumnya tidak menghasilkan kesimpulan yang kongkrit. Akan tetapi, dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap pohon, terungkap bahwa makhluk hidup yang satu ini lebih ringkih dibanding manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh Wageningen University menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas WiFi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala yang tidak sama dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Seperti dikutip dari PopSci, 23 November 2010, gejala-gejala yang muncul pada pohon termasuk di antaranya adalah pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal.

Untuk mengujicoba hipotesa apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi WiFi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.

Ternyata, pohon yang terekspos sinyal WiFi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati.

Sebagai gambaran, di negara seperti Belanda, sekitar 70 persen pepohonan di kawasan pemukiman mengalami efek samping dari radiasi. Angkanya naik dari hanya 10 persen pada 5 tahun lalu. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat penggunaan WiFi telah meroket pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, para ilmuwan akan melakukan sejumlah penelitian lain untuk mengetahui lebih lanjut seputar radiasi pada pertumbuhan tanaman. Dan sayangnya, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut.

Denyut Jantung Kini Bisa Jadi Password Anda





London – Para peneliti berhasil menciptakan sistem keamanan baru. Sistem ini memanfaatkan denyut seseorang untuk dijadikan password dan denyut tiap orang sangat unik. Ingin tahu?
Para peneliti China menemukan cara untuk mengidentifikasi secara matematika denyut seseorang secara instan dan menggunakannya sebagai password.

“Karena sinyal elektrokardiogram tiap orang berbeda-beda, ini bisa dijadikan pengenalan biometrik,” kata peneliti di National Chung Hsing University di Taichung.

Pemimpin penelitian Chun-Liang Lin menggunakan dua pembaca ECG dari telapak orang untuk menentukan properti matematika unik denyut jantung mereka. Hasilnya, peneliti menemukan angka ini bisa digunakan untuk password, dan sistem ini sangat aman.

Sistem biometrik menggunakan sidik jari bisa diakali menggunakan foto namun ini tidak. Kita tunggu saja. [vin]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1833794/denyut-jantung-kini-bisa-jadi-password-anda

3 remaja kaya karena teknologi,baru-baru ini,Wow...


1. Robert Nay,http://www.ghofur.us/

Pecandu mobile game dan pengguna iPhone pastinya tak asing dengan Angry Fish. Saking populernya, game ini sempat menduduki posisi nomor 1 aplikasi yang paling banyak diunduh di iTunes App Store. Namun, sejak awal 2011 lalu, tanpa ampun Angry Fish didepak oleh Bubble Ball, sebuah game baru ciptaan Robert Nay, seorang ABG berusia 14 tahun. Ini semacam puzzle game di mana pemain diuji kemampuan berpikirnya untuk membuat gelembung balon sampai di tujuan.
Game gratis ini, tercatat sudah diunduh dua juta lebih orang, hanya dua minggu semenjak diluncurkan. Dengan hitungan-hitungan kasar bahwa untuk setiap game yang diunduh, Apple membayar US$0,99–setara Rp9.000– Nay sudah mengantongi pendapatan sebesar US$2 juta atau Rp18 miliar, sekali lagi, hanya dalam dua pekan.
Seperti diberitakan laman ABC, Nay memulai mengenal dunia programming ketika dia pertama kali membuat halaman web saat dia duduk di bangku kelas tiga SD. Melihat bakat luar biasanya, teman-temannya lalu meminta dia membuat game sendiri.
Perjalanan Bubble Ball dimulai dari riset Nay di sebuah perpustakaan lokal. Di situ, dia menemukan program bernama Ansca Monile's Corona SDK (Software Development's Kit), yang membantu dia untuk menyederhanakan proses pemrograman game yang dirancangnya itu.
Selama sebulan lebih, Nay yang sekarang menjadi CEO Nay Games, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menyelesaikan programnya—total terdiri dari 4.000 baris lebih kode program. Total biaya yang dihabiskannya sekitar US$1.200—berasal dari uang pemberian orangtua Nay, untuk membeli komputer Macintosh dan sejumlah software.
Sukses dengan Bubble Ball, Nay kabarnya sedang mempersiapkan game baru yang lain. Apa game itu, dia masih rapat merahasiakannya.


2. Mark Bao,
http://www.ghofur.us/


Remaja ajaib lain adalah Mark Bao, saat ini berusia 18 tahun dan masih bersekolah di sebuah SMA di Boston, AS. Dalam usia semuda itu, Bao sudah memiliki 11 unit bisnis digital. Tiga di antaranya sudah berhasil dia jual.
Bao kini menjabat sebagai CEO Avecora, sebuah perusahaan yang dia gambarkan bertujuan untuk "mengubah secara fundamental cara kita berkomunikasi dan memfasilitasi interkoneksi antar semua orang dan perangkat komunikasi." Jaringan global ini rencananya akan dia luncurkan pada 2013. Selain itu, dia juga memiliki beberapa proyek startup lain seperti Genevine, Supportbreeze, dan Classleaf.
Tidak hanya itu, berpendirian bahwa "berkontribusi balik kepada masyarakat melalui mekanisme nonprofit adalah sesuatu yang sangat penting untuk saya", Bao mendirikan organisasi nonprofit, Genevine Foundation dan The Center for Ethical Business.
"Saya bergerak cepat. Saya ambisius. Saya hadir untuk membawa perubahan," begitu Bao mendeskripsikan dirinya.
Dalam sebuah wawancara dengan juniorbiz.com, Bao mengatakan cita-citanya adalah mengumpulkan kekayaan hingga US$10 miliar atau Rp90 triliun. Dari jumlah itu, 80 persen akan dia sumbangkan kepada organisasi nonprofit di bidang penelitian dan bantuan kemanusian. "Adapun 5 persen lainnya akan digunakan untuk membantu perusahaan startup untuk tumbuh," ucap Bao.
Bao—seorang imigran China—mulai menjadi teknopreneur sejak dia duduk di bangku kelas 5 SD. Menggunakan Visual Basic 6.0 dia menulis sebuah aplikasi sederhana untuk mengatur jadwal membuat PR dan membantu dia menulis makalah. Dia lalu mengkopi program itu ke disket dan menjualnya ke teman-teman sekolah.
Startup pertama dia diluncurkan di tahun pertamanya di SMA. Namanya Debateware.com. Ini adalah system manajemen even untuk organisasi debat. Bao dan partner bisnisnya berhasil menjual program ini ke sebuah organisasi debat terbesar di AS.

3. Adam Horwitz,
http://www.ghofur.us/

Daftar Richie Rich tak bakal komplit tanpa memasukkan nama Adam Horwitz. Seperti ditulis juniorbiz.com, Horwitz memulai petualangan digitalnya ketika dia masih duduk di bangku kelas satu SMA di Pacific Palisades, saat berumur 15 tahun. Ketika itu ia membuat sebuah blog gosip gila-gilaan tentang teman-teman sekolahnya. Para orangtua yang was-was dengan dampaknya, memaksa dia menutup blog ini.
Horwitz lalu membuat Urban Stomp. Ini website yang menampilkan berbagai acara musik dan lokasi pesta di sekitar wilayah tersebut. Urban Stomp pernah berhasil mendatangkan 800 orang di sebuah pesta. Entah kenapa, dia memutuskan untuk menutupnya setelah beroperasi beberapa pekan.
Horwitz kini menjalankan perusahaan yang bertujuan mengajari remaja berumur 15 tahun ke atas untuk mencari uang online. Dia meluncurkan Mobile Monopoly dan Cell Phone Treasure, di mana masing-masing telah menghasilkan US$100 ribu atau sekitar Rp900 juta. Selain itu, dia juga sedang membangun satu platform baru, yang dinamainya Dude I Hate My Job. Ke mana-mana, ABG ini melesat dengan sedan mengkilat Audi A5 2010.
Dalam sebuah wawancana dengan juniorbiz, Horwitz mengatakan pebisnis muda seringkali menemui hambatan berupa stereotip dari masyarakat. "Orang pada awalnya tidak percaya pada saya. Teman-teman saya juga selalu beranggapan kamu tidak bisa berbisnis pada usia dini," katanya.
Padahal, kata dia, berbisnis mulai usia muda punya banyak keuntungan. Salah satunya adalah tidak harus membayar pajak karena masih tinggal bersama orangtua.
"JIka kamu seorang entrepreneur muda dan sedang berusaha membangun bisnis online raksasa, jangan pernah berpikir kamu tidak bisa mewujudkannya," Horwitz berpesan. "Dengan Internet, kamu bisa melakukan hamper apa saja. sumber



Internet berkecepatan 120Gbps,,,Wow



Pernahkah anda bayangkan jika di dunia ini ada kecepatan internet yang kecepatannya ibarat bumi dan langit dengan  kecepatan 120Gbps apa yang akan anda lakukan???

Ini bukan bualan gombal, akses 120Gbps ini memang benar-beanr akan ada. Cisco dan Telia, dua raksasa jaringan asal luar negeri sana bekerjasama membangun sebuah jaringan internet berkecepatan 120Gbps dalam rangka ikut andil dalam sebuah festival digital yang bertajuk world’s largest LAN party.  Kedua perusahaan tersebut membangun koneksi internet sepanjang 300km dari Jönköping hingga Stockholm yang akan memberi akses hingga kurang lebih 750.000an orang. Tentunya dengan kecepatan akses super. Demikian dilansir newlaunches. 


Waspada! Virus Pencuri Password Kembali Menyerang Akun Facebook


Virus "cacing" menyerang jejaring sosial Facebook. Setidaknya 45.000 password pengguna jejaring sosial Facebook di Inggris dan Prancis telah tercuri. Pelaku pencurian password adalah bagian dari malware atau virus yang dijuluki Ramnit, yang telah beraksi sejak April 2010. Awalnya ia menyerang data perbankan.

Facebook menganggap ini masalah serius. Mereka menemukan "cacing" jenis terbaru melalui sistem portal pengaman virtual bernama Seculert.

"Kami menduga Ramnit menyerang melalui link yang ditujukan kepada korban pengguna," kata Departemen Riset Seculert. Kalau link itu dikirim ke pengguna lainnya, serangan akan meluas.

Melalui blognya, Seculert mengingatkan pengguna untuk berhati-hati dalam memilih password yang digunakan di dunia virtual. "Kejahatan di dunia maya mengambil keuntungan dari orang-orang yang cenderung menggunakan password sama," tulis blog tersebut.

Cacing yang sedang gencar menyerang jejaring sosial ini sebelumnya dikenal suka menyerang pengguna surat elektronik alias email. Data Seculert menyatakan sebanyak 800 ribu mesin terserang virus Ramnit sejak September hingga Desember 2011.

Menurut penyedia antivirus Symantec, pada Juni 2011 sebanyak 17,3 persen virus yang menginfeksi perangkat lunak berasal dari varian Ramnit. Nah, untuk mengantisipasinya, pengguna Facebook disarankan agar selalu mengaktifkan antivirus.

Menurut konsultan portal pengaman Sophos, George Cluley, masalahnya adalah akun Facebook yang terinfeksi sulit diketahui. "Kesulitan bagi pengguna Facebook adalah tidak adanya tanda peringatan jika password terserang virus," kata Cluley.

sumber:http://kabarapasaja.blogspot.com/2012/01/waspada-virus-pencuri-password-kembali.html

Kecanduan Internet Sama Buruknya Dengan Kecanduan Kokain



Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences mengemukakan fakta yang mengejutkan tentang dampak internet pada otak manusia. 
Dari penelitian yang dilakukan ditemukan, bahwa mengakses internet secara berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada otak, dimana biasanya kondisi tersebut ditemukan pada pengguna alkohol, kokain dan semacamnya.
Para peneliti menyebut kondisi ini dengan Internet Addiction Disorder (IAD).
Penelitian tersebut menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk memindai otak kepada dua kelompok remaja berusia 16 dan 17 tahun.
Kelompok pertama adalah remaja yang banyak menghabiskan waktunya di depan internet sehingga merusak kualitas hidup mereka, sementara kelompok kedua adalah sebaliknya.
Hasilnya adalah, para remaja di kelompok pertama mengalami gangguan syaraf otak yang disebut “white matter”. Syaraf ini berfungsi menghubungkan beberapa bagian dari otak.
Bagian-bagian otak yang dihubungkan tadi adalah bagian otak yang menangani fungsi pengambilan keputusan, emosi dan pengendalian diri.
Dr. Hao Lei, dalam jurnal yang dipublikasikannya mengatakan,
“Temuan kami menunjukkan bahwa IAD menunjukkan pengurangan luas FA di jalur utama white matter dan struktur abnormal white matter bisa terkait dengan beberapa gangguan perilaku”.
FA (Fractional Anisotropy) adalah sebuah metode untuk mengukur kondisi syaraf “white matter”. Dengan dilakukan FA bisa diketahui kondisi “white matter” apakah masih bagus ataukah sudah “rusak”.
Dr. Hao Lei menambahkan, dalam beberapa penelitian sebelumnya ditemukan, bahwa gangguan fungsi “white matter” ini biasanya terjadi pada otak para pengguna alkohol, ganja, kokain, methamphetamine dan ketamine.
Studi ini menunjukkan bahwa IAD atau kecanduan internet adalah sama buruknya dengan kecanduan obat bius.
IAD sendiri telah menjadi bahan studi yang serius bagi praktisi kesehatan, dimana di beberapa negara, seperti China, “penyakit” IAD ini sudah sedemikian serius. Banyak remaja disana yang sudah demikian kecanduan dengan internet, khususnya game online.
Bahkan pada beberapa kasus ditemukan, seperti yang dilaporkan BBC, seorang pria di Beijing tewas setelah tiga hari berturut-turut bermain game online tanpa henti.

 sumber:http://sidomi.com/55918/kecanduan-internet-sama-buruknya-dengan-kecanduan-kokain/

Download "Scientific Calculator